Hai .. Damai di hati untuk kita semua
Nama saya Merliace Siki, singkat saja Lycee! Saya pribadi yang merasakan dengan nyata kebaikan Tuhan dalam diri saya sehingga dengan berani dan percaya saya katakan GOD IS GOOD.
Pada tanggal 18 November 2019 saya menyelesaikan studi Strata satu pada salah satu kampus Kristen di Kupang, yaitu Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Setelah menyelesaikan studi saya sibuk mencari pekerjaan, sempat putus asa karena vakum di rumah selama hampir 6 bulan karena tidak ada peluang untuk saya bekerja. Saya ingat persis pada malam itu saya bertelut berdoa ke Tuhan perihal masa depan saya, saya harus kemana? Lewat sosial media saya melihat kalau dari MPK sedang merekrut guru-guru untuk mengajar, saya kemudian mengikuti program ini. Singkat cerita dari begitu banyak peserta yang tes saya salah satu yang lulus masuk seleksi kemudian di berangkatkan ke Malang dan mengikuti Training selama 3 bulan di sana. Di sana saya dibekali dengan begitu banyak materi dan pelatihan-pelatihan yang tidak sama dengan selama ini saya dapatkan di luar, cara point of viewnya itu berbeda sekali dengan yang saya dapatkan di kampus waktu kuliah. Transform my self, transform other dan transform nation J. Semua di mulai dari diri sendiri. Saya kemudian mengenal dengan baik diri saya, apa tujuan hidup saya dan apa yang Tuhan mau dari saya bahkan apa yang bisa saya berikan untuk Tuhan.
Pada tanggal 18 November 2019 saya bersama teman-teman lain diutus untuk melayani, satu hal yang saya percaya kalau Tuhan yang utus maka Tuhan yang sama pula yang akan urus. SD YPK YEFLIO Kabupaten Sorong, Papua barat menjadi pusat pelayanan saya selama 2 tahun. Deg – degan juga karena Yeflio ini saya tidak tahu letaknya di mana, bahkan saya search di internet juga tidak jelas tempatnya. Sembilan belas November tibalah saya di Kota Sorong, 2 jam menuju lokasi pelayanan dengan perjalanan melewati hutan, jalan berbatu dan debu kemudian jaringan menghilang dan saya semakin bertanya-tanya ke Tuhan, saya di mana? DIA bilang percaya kepadaKu, semua akan baik-baik saja and I believe it. Semua sungguh sangat baik adanya.
Hari pertama melayani dengan melihat kondisi sekolah, anak-anak, guru, orang tua membuat saya hampir putus asa. Tuhan, apakah kami bisa melakukan transformasi di sini? Kondisi sekolah saat itu hanya 2 jam KBM, masuk jam 7 pulang jam 9, guru-guru tidak masuk sekolah, anak-anak tidak menggunakan sepatu, pakaian seragam yang baik bahkan peralatan sekolah mereka tidak punya, bangku duduk dan meja yang tidak pantas untuk diduduki lagi, papan tulis yang masih menggunakan kapur, tembok sekolah yang penuh dengan coretan atau tulisan yang jorok, karakter anak-anak yang bandel dan suka berkata kotor dan lebih parahnya lagi guru-guru tidak punya ruangan dan bangku untuk duduk sehingga di sekolah mereka harus berdiri sepanjang jam pelajaran.




Tidak hanya itu, ruang kelas yang juga terbatas sehingga terpaksa satu ruangan kelas disekat menjadi dua ruangan dengan menggunakan tripleks untuk digunakan dalam Proses KBM. Karena semangat mereka untuk mau belajar, mereka tetap datang ke sekolah walaupun duduk bersesakan namun semangat mereka tetap ada. Melihat semangat mereka yang mau belajar, saya menyadari satu hal untuk tidak menyerah. Melihat mereka sebagai gambar dan rupa Allah, mengasihi mereka dengan Kasih Kristus, merangkul mereka dan mengajari mereka kalau mereka itu berharga dan semua itu saya mulai dengan penginjilan.


Setiap sore, kami mengumpulkan mereka untuk belajar. Bagaimana tidak? Mereka buta dengan huruf bahkan anak kelas VI belum bisa membaca dan mengitung bagaiman dengan kelas di bawahnya? Kami akan merasa berdosa jika kami mengabaikan ini, bukan hanya itu saja kami juga mengajarkan mereka sumber pengetahuan itu datangnya dari Tuhan jadi kita juga harus mengenal sumber itu dengan baik.
Tidak mudah seperti membalikan telapak tangan, keadaan yang begitu sulit menghadapi siswa, guru bahkan kepala sekolah saya alami di tempat ini. Tapi saya terus belajar taat dan menghargai setiap proses Tuhan, ditolak, dihina, diremehkan, dicaci juga saya alami di sini. Ketika guru-guru tidak mau sungguh-sunguh belajar dan anak-anak yang tidak bisa menerima nasihat. Saya menyadari saya bukan siapa-siapa, saya sadar kalau saya tidak bisa melakukan ini sendiri, saya begitu hancur ketika saya ditolak dengan niat baik ini. Saya banyak berdiam bersama Tuhan lewat AWG, Totally depend on God karena saya tau saya tidak bisa tanpa-Nya dan hanya DIA yang bisa melakukan transformasi.
Langkah awal adalah saya mendekati kepala sekolah, bersaksi bahwa Tuhan itu baik dan akhirnya dengan dia mengerti panggilan dia sebagai guru dan kami mulai bekerja sama. Optimis, keep Figthing, always pray and never give up, totally depend on God menjadi motivasi kami bersama. Keadaan yang begitu sulit bisa kami atasi karena pertolongan Tuhan, setiap Jumat kami berdoa bersama dan belajar Alkitab, setiap hari Rabu bersama dengan anak-anak devotion, guru-guru mulai serius mengembangkan spiritual mereka juga dengan pengembangan kompetensi sehingga akhirnya hasil dari setiap proses itu kami nikmati bersama.
Tuhan itu sungguh baik, anak-anak diberikan bingkisan aksi natal berupa paketan perlengkapan sekolah, meja dan bangku, ada orangtua yang menyumbangkan papan white board, dari pemerintah menyumbangkan 1 unit komputer dan printer juga 1 ruangan belajar, bahkan orang tua dengan sukarela membuat pagar sekolah. Bukan hanya itu berkat Tuhan, tapi melihat kondisi kampung yang kesulitan jaringan akhirnya pemeritah pusat juga memberikan perhatian mereka dengan membuat tower, bahkan sekolah Kristen Kalam Kudus sorong juga memberikan aksi Kasih mereka dengan 2 buah laptop untuk guru-buru bisa latihan IT. Anak-anak selalu diajarkan untuk bersyukur sehingga karakter mereka juga menjadi lebih baik, mereka akkhirnya bisa membedakan mana yang baik dan mana yang tidak, guru-guru menyadari siapa mereka dan apa yang mereka harus lakukan kepada anak-anak. Saya lega karena Tuhan itu baik dan sungguh pertolongan yang nyata, Dia mengajarkan kepada saya secara pribadi tentang Kasih, ketekunan, kerjasama, melayani dan integritas yang dapat juga saya bagikan juga untuk kepala sekolah, guru dan anak-anak. Kini SD YPK Yeflio jauh menjadi lebih baik.



Dengan mengandalkan Tuhan dan berserah penuh kepadaNya maka Dia yang akan melakukanNya bagi kita. Tuhan itu Maha Kuasa, segala sesuatu bisa dilakukanNya asal kita mau percaya karena sesungguhnya apapun itu tidak ada yang mustahil bagi-Nya.
To God be the Glory
Amsal 3 : 5 dan 6
God is Good
Leave a Comment
Last Updated: June 11, 2023 by Zein Mario
God is Good – Merliace Siki
Hai .. Damai di hati untuk kita semua
Nama saya Merliace Siki, singkat saja Lycee! Saya pribadi yang merasakan dengan nyata kebaikan Tuhan dalam diri saya sehingga dengan berani dan percaya saya katakan GOD IS GOOD.
Pada tanggal 18 November 2019 saya menyelesaikan studi Strata satu pada salah satu kampus Kristen di Kupang, yaitu Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Setelah menyelesaikan studi saya sibuk mencari pekerjaan, sempat putus asa karena vakum di rumah selama hampir 6 bulan karena tidak ada peluang untuk saya bekerja. Saya ingat persis pada malam itu saya bertelut berdoa ke Tuhan perihal masa depan saya, saya harus kemana? Lewat sosial media saya melihat kalau dari MPK sedang merekrut guru-guru untuk mengajar, saya kemudian mengikuti program ini. Singkat cerita dari begitu banyak peserta yang tes saya salah satu yang lulus masuk seleksi kemudian di berangkatkan ke Malang dan mengikuti Training selama 3 bulan di sana. Di sana saya dibekali dengan begitu banyak materi dan pelatihan-pelatihan yang tidak sama dengan selama ini saya dapatkan di luar, cara point of viewnya itu berbeda sekali dengan yang saya dapatkan di kampus waktu kuliah. Transform my self, transform other dan transform nation J. Semua di mulai dari diri sendiri. Saya kemudian mengenal dengan baik diri saya, apa tujuan hidup saya dan apa yang Tuhan mau dari saya bahkan apa yang bisa saya berikan untuk Tuhan.
Pada tanggal 18 November 2019 saya bersama teman-teman lain diutus untuk melayani, satu hal yang saya percaya kalau Tuhan yang utus maka Tuhan yang sama pula yang akan urus. SD YPK YEFLIO Kabupaten Sorong, Papua barat menjadi pusat pelayanan saya selama 2 tahun. Deg – degan juga karena Yeflio ini saya tidak tahu letaknya di mana, bahkan saya search di internet juga tidak jelas tempatnya. Sembilan belas November tibalah saya di Kota Sorong, 2 jam menuju lokasi pelayanan dengan perjalanan melewati hutan, jalan berbatu dan debu kemudian jaringan menghilang dan saya semakin bertanya-tanya ke Tuhan, saya di mana? DIA bilang percaya kepadaKu, semua akan baik-baik saja and I believe it. Semua sungguh sangat baik adanya.
Hari pertama melayani dengan melihat kondisi sekolah, anak-anak, guru, orang tua membuat saya hampir putus asa. Tuhan, apakah kami bisa melakukan transformasi di sini? Kondisi sekolah saat itu hanya 2 jam KBM, masuk jam 7 pulang jam 9, guru-guru tidak masuk sekolah, anak-anak tidak menggunakan sepatu, pakaian seragam yang baik bahkan peralatan sekolah mereka tidak punya, bangku duduk dan meja yang tidak pantas untuk diduduki lagi, papan tulis yang masih menggunakan kapur, tembok sekolah yang penuh dengan coretan atau tulisan yang jorok, karakter anak-anak yang bandel dan suka berkata kotor dan lebih parahnya lagi guru-guru tidak punya ruangan dan bangku untuk duduk sehingga di sekolah mereka harus berdiri sepanjang jam pelajaran.
Tidak hanya itu, ruang kelas yang juga terbatas sehingga terpaksa satu ruangan kelas disekat menjadi dua ruangan dengan menggunakan tripleks untuk digunakan dalam Proses KBM. Karena semangat mereka untuk mau belajar, mereka tetap datang ke sekolah walaupun duduk bersesakan namun semangat mereka tetap ada. Melihat semangat mereka yang mau belajar, saya menyadari satu hal untuk tidak menyerah. Melihat mereka sebagai gambar dan rupa Allah, mengasihi mereka dengan Kasih Kristus, merangkul mereka dan mengajari mereka kalau mereka itu berharga dan semua itu saya mulai dengan penginjilan.
Setiap sore, kami mengumpulkan mereka untuk belajar. Bagaimana tidak? Mereka buta dengan huruf bahkan anak kelas VI belum bisa membaca dan mengitung bagaiman dengan kelas di bawahnya? Kami akan merasa berdosa jika kami mengabaikan ini, bukan hanya itu saja kami juga mengajarkan mereka sumber pengetahuan itu datangnya dari Tuhan jadi kita juga harus mengenal sumber itu dengan baik.
Tidak mudah seperti membalikan telapak tangan, keadaan yang begitu sulit menghadapi siswa, guru bahkan kepala sekolah saya alami di tempat ini. Tapi saya terus belajar taat dan menghargai setiap proses Tuhan, ditolak, dihina, diremehkan, dicaci juga saya alami di sini. Ketika guru-guru tidak mau sungguh-sunguh belajar dan anak-anak yang tidak bisa menerima nasihat. Saya menyadari saya bukan siapa-siapa, saya sadar kalau saya tidak bisa melakukan ini sendiri, saya begitu hancur ketika saya ditolak dengan niat baik ini. Saya banyak berdiam bersama Tuhan lewat AWG, Totally depend on God karena saya tau saya tidak bisa tanpa-Nya dan hanya DIA yang bisa melakukan transformasi.
Langkah awal adalah saya mendekati kepala sekolah, bersaksi bahwa Tuhan itu baik dan akhirnya dengan dia mengerti panggilan dia sebagai guru dan kami mulai bekerja sama. Optimis, keep Figthing, always pray and never give up, totally depend on God menjadi motivasi kami bersama. Keadaan yang begitu sulit bisa kami atasi karena pertolongan Tuhan, setiap Jumat kami berdoa bersama dan belajar Alkitab, setiap hari Rabu bersama dengan anak-anak devotion, guru-guru mulai serius mengembangkan spiritual mereka juga dengan pengembangan kompetensi sehingga akhirnya hasil dari setiap proses itu kami nikmati bersama.
Tuhan itu sungguh baik, anak-anak diberikan bingkisan aksi natal berupa paketan perlengkapan sekolah, meja dan bangku, ada orangtua yang menyumbangkan papan white board, dari pemerintah menyumbangkan 1 unit komputer dan printer juga 1 ruangan belajar, bahkan orang tua dengan sukarela membuat pagar sekolah. Bukan hanya itu berkat Tuhan, tapi melihat kondisi kampung yang kesulitan jaringan akhirnya pemeritah pusat juga memberikan perhatian mereka dengan membuat tower, bahkan sekolah Kristen Kalam Kudus sorong juga memberikan aksi Kasih mereka dengan 2 buah laptop untuk guru-buru bisa latihan IT. Anak-anak selalu diajarkan untuk bersyukur sehingga karakter mereka juga menjadi lebih baik, mereka akkhirnya bisa membedakan mana yang baik dan mana yang tidak, guru-guru menyadari siapa mereka dan apa yang mereka harus lakukan kepada anak-anak. Saya lega karena Tuhan itu baik dan sungguh pertolongan yang nyata, Dia mengajarkan kepada saya secara pribadi tentang Kasih, ketekunan, kerjasama, melayani dan integritas yang dapat juga saya bagikan juga untuk kepala sekolah, guru dan anak-anak. Kini SD YPK Yeflio jauh menjadi lebih baik.
Dengan mengandalkan Tuhan dan berserah penuh kepadaNya maka Dia yang akan melakukanNya bagi kita. Tuhan itu Maha Kuasa, segala sesuatu bisa dilakukanNya asal kita mau percaya karena sesungguhnya apapun itu tidak ada yang mustahil bagi-Nya.
To God be the Glory
Amsal 3 : 5 dan 6
God is Good
Category: News, Uncategorized
Recent Posts
Recent Comments