Kesaksian Guru TTC Angkatan 3

Fifi Florence Pogoh, S.Pd.

PAK, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang, NTT

Penempatan TTC: SD YPK Yendidori

Lokasi kerja saat ini: SD GMIT Tepas

Ketika saya flashback, saya sangat bersyukur karena melalui program TTC, saya dibentuk menjadi pribadi yang semakin membangun hubungan pribadi dengan Kristus. Kini, saya menghidupi panggilan sebagai guru misionaris di daerah terpencil, khususnya di sekolah-sekolah GMIT yang terancam tutup karena kekurangan guru, menurunnya jumlah peserta didik, tingginya angka buta huruf, serta pengelolaan sekolah yang kurang efektif.

Melalui pengalaman saya di Papua, saya belajar menerapkan pola hidup sederhana dan berbaur dengan masyarakat terpencil. Di sana, saya memberikan bimbingan belajar serta pemuridan kepada anak-anak yang saya didik. Saya belajar untuk tidak hanya hadir, tetapi juga hidup berdampak bagi orang-orang di sekitar tempat pelayanan saya.

Semoga program TTC terus dipertahankan, sehingga semakin banyak anak muda yang merespons panggilan Kristus dan menjalankan kehendak-Nya dalam dunia pendidikan, terutama di daerah-daerah terpencil yang tidak semua orang terpanggil ke sana. Terima kasih.

Salam transformasi 😇🙏

Irlan Wira Tumonggi, S.Pd.

Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi Universitas Tadulako, Kota Palu, Sulawesi Tengah

Penempatan TTC: SD GMIT TALOI & SD GMIT OELUNGGU

Lokasi kerja saat ini: UPTD SMP NEGERI 11 KUPANG

Saya bersyukur karena melalui program TTC, saya mendapatkan banyak hal yang membantu saya bertumbuh dalam Kristus dan menjadi guru yang profesional. Pertemuan dengan para pengajar hebat yang memiliki berbagai pengetahuan telah membantu saya memahami arti pendidikan yang sesungguhnya, sehingga saya dapat menangani anak-anak didik saya baik di sekolah maupun di luar jam pelajaran.

Salah satu materi TTC yang paling membekas di ingatan saya adalah “Berjalan Bersama Tuhan dalam Kelas,” yang disampaikan oleh Ibu Magda. Materi ini mengajarkan saya untuk selalu mengandalkan Tuhan dalam proses pembelajaran, sehingga peserta didik merasakan kehadiran Tuhan dan dapat lebih memahami materi yang diajarkan sambil merasakan kedekatan dengan-Nya.

Ibu Magda juga mengajarkan bahwa setiap mata pelajaran dapat dikaitkan dengan kemahakuasaan Tuhan, yang membuat peserta didik mengagumi kasih dan kuasa-Nya terhadap ciptaan-Nya. Pengalaman ini sangat berarti bagi saya dan semakin menguatkan komitmen saya dalam mendidik anak-anak dengan kasih Kristus.

Siska Kilala

Pendidikan Matematika Universitas Kristen Indonesia Toraja

Penempatan TTC: Desa Nunuhkniti, Kec. Fautmolo, Kab. Timor Tengah Selatan, NTT
Lokasi kerja saat ini: Desa Sa’dan Ballopasange’ Toraja Utara, Sulawesi Selatan

Ketika saya mulai mengikuti Yesus, perlahan-lahan Dia mengubah hati dan cara pandang saya. Saya mulai mendoakan pelayanan di desa bersama anak-anak, dan tak lama kemudian, seorang teman mengajak saya untuk bergabung dalam melayani anak-anak di desa melalui pendidikan. Dari situ, saya merasa tertarik untuk ikut, dan saya berhasil lolos untuk penempatan selama dua tahun.

Saya belajar bahwa hidup bukan hanya tentang apa yang bisa saya capai untuk diri sendiri, tetapi tentang bagaimana saya bisa menjadi berkat bagi orang lain, terutama mereka yang kurang beruntung.

Salah satu momen yang sangat mengubah hidup saya adalah ketika saya mengikuti program pelatihan TTC. Melalui sesi-sesi pelatihan, saya mulai memahami panggilan Tuhan yang khusus dalam hidup saya. Tuhan menempatkan beban di hati saya untuk melayani di desa-desa terpencil, khususnya untuk anak-anak. Saya merasakan dorongan yang kuat untuk memberikan sesuatu yang lebih kepada mereka, dan Tuhan membuka mata saya terhadap pentingnya pendidikan sebagai sarana untuk membangun masa depan mereka.

Selama proses ini, saya semakin tergerak untuk memastikan anak-anak di desa mendapatkan akses pendidikan yang layak. Saya percaya bahwa Tuhan telah mempersiapkan saya untuk melayani mereka. Dia tidak hanya mengubah hati saya menjadi lebih peka terhadap kebutuhan orang lain, tetapi juga memberikan visi untuk membantu anak-anak di desa agar mereka dapat memiliki masa depan yang lebih cerah melalui pendidikan.

Saya mulai terlibat dalam kegiatan pelayanan di desa, mengajar anak-anak, dan memberikan bimbingan. Setiap kali saya melihat senyum di wajah mereka atau semangat mereka saat belajar, saya merasa bahwa saya berada di tempat yang tepat—tempat di mana Tuhan ingin saya berada. Melalui pelayanan ini, saya belajar banyak tentang arti kasih yang tulus dan pengorbanan. Saya semakin memahami bahwa pendidikan bukan hanya sekadar pengetahuan akademis, tetapi juga tentang menanamkan nilai-nilai hidup yang akan membentuk karakter mereka di masa depan.

Saya sangat bersyukur kepada Tuhan atas perubahan yang telah Dia lakukan dalam hidup saya. Dia mengubah hati saya yang dulu mungkin penuh ambisi pribadi menjadi hati yang peduli dan penuh belas kasihan. Saya percaya bahwa pelayanan ini bukan hanya untuk saya, tetapi juga untuk kemuliaan nama-Nya.

Saya ingin terus melayani dan menjadi saluran berkat bagi anak-anak di desa, membimbing mereka untuk mengenal Tuhan dan membantu mereka menggapai impian mereka melalui pendidikan. Kiranya Tuhan terus menuntun dan memampukan saya dalam setiap langkah pelayanan ini, agar lebih banyak anak-anak yang dapat merasakan kasih Tuhan melalui pendidikan yang mereka terima. Semua kemuliaan hanya bagi Tuhan.

Isterina Magdalena Adu, S.Pd.

Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Nusa Cendana Kupang, NTT

Saya merasa sangat diberkati menjadi bagian dari TTC. Sebelumnya, saya adalah orang yang tidak percaya diri dan sering mengalami konflik batin. Namun, saat mengikuti TTC, ada sesi pemulihan diri yang tak akan pernah saya lupakan. Dalam sesi tersebut, saya mulai dibaharui dan merasakan transformasi menjadi pribadi yang percaya diri, sambil melepaskan semua konflik dalam diri saya.

Saya merasakan sukacita yang luar biasa karena beban-beban saya terlepas. Selama menjadi guru TTC di Biak, saya juga mengalami banyak peristiwa yang membantu saya lebih memahami kemampuan dan kelemahan saya. Di sana, saya terus belajar untuk mengelola emosi dan mengeksplorasi kepribadian serta kemampuan saya dalam mendidik anak-anak.

Puji Tuhan, saya dapat melalui setiap proses ini dengan baik berkat pertolongan Tuhan Yesus. 🙏