| Connect with us: | |
![]() |
Transformasi Bagimu Negeri |
![]() |
Transformasi Bagimu Negeri |
![]() |
transformasibagimunegeri.org |
| Grand Slipi Tower Lt. 33 Unit E, Jalan Letjen. S. Parman Kav. 22 – 24 Jakarta Barat 11480 | |
| (+62) 812-9523-4623. | |
Copyright © 2026 · All Rights Reserved · Transformasi Bagimu Negeri
Kesaksian Guru TTC Angkatan 6
Yusak Ezer Kaley, S.Pd.
Peduli
Halo nama saya Yusak Ezer Kaley berasal dari Kodi Utara, Sumba Barat Daya, NTT. Letaknya sekitar 30 menit dari bandara Tambolaka. Saya lulus dari Universitas Kristen Immanuel Yogyakarta.
Saya masuk TTC karena saya memiliki target untuk membuat suatu perubahan di daerah saya, dari segi pendidikan, spiritualitas dan kultur. Saya menemukan info TTC di internet dari website lain dan mendaftar pada jam 11 malam dengan penuh keraguan. Saya merasa berat hati untuk mendaftar karena ketidakyakinan saya terhadap yayasan TTC tetapi tangan saya tetap mengetik untuk mengisi formulir. Ada keraguan pada saat mendaftar karena takut dan khawatir saat melihat tempat penempatan. Tetapi Amsal 23:18 adalah kekuatan saya “karena masa depan sungguh ada dan harapanmu tidak akan hilang”.
Setelah mengikuti seleksi masih ada keraguan karena jarak pengumumannya sangat lama. Perasaan sedih dan bingung dan harus membuat suatu keputusan. Saya berdoa kepada Tuhan sehingga bisa menerima kepastian dan puji Tuhan tepat di hari ulang tahun saya yang ke 23, saya dimasukkan di grup TTC angkatan VI. Sangat senang dan merasa bahwa ini jawaban Tuhan. Dari kejadian ini saya percaya bahwa “Waktu Tuhan pasti yang terbaik”.
Perubahan banyak terjadi ketika saya mengikuti pelatihan ini, saya betul-betul ditransformasi dengan kegiatan dan aktivitas yang diberikan. TTC menghadirkan banyak hal untuk membawa pada saya pada perubahan pola pikir dan pandangan hidup.
Setelah belajar banyak hal saya memahami panggilan saya. Guru tidak hanya sebuah status/jabatan tetapi guru adalah sebuah panggilan yang mulia. Guru harus memiliki hati yang peduli. Peduli akan kehidupan murid-murid untuk membawa mereka mengenal Kristus. Menjadi guru yang melihat Alkitab dengan kacamata CFRC (Creation, Fall, Redemption, dan Consummation) dan mengerjakan panggilan Allah dengan hati, karena dari hati akan kena di hati.
Ester Leo Leba, S.Pd.
Berdampak
Nama saya Ester Leo Leba. Asal dari Pulau Sabu. Saya adalah seorang yang suka kesepian tapi tidak dengan kesendirian, artinya bahwa saya masih membutuhkan orang lain dalam hidup saya. Kesendirian itu merupakan salah satu hal yang membuat saya nyaman untuk menikmati setiap harinya, dan tempat yang selalu saya kunjungi untuk meresapi setiap ketenangan itu adalah di pantai. Entah mengapa saya suka kesepian itu saya juga tidak memahaminya.
Seiring berjalannya waktu saya diajak oleh teman saya untuk mendaftar TTC, tapi saya tidak bertanya tentang TTC itu kepada teman saya, dan secara langsung menyetujui ajakan itu. Proses demi proses saya ikuti dan tidak pernah berharap kalau saya akan diterima, dengan alasan saya juga baru lulus kuliah, belum banyak pengalaman dalam mengajar dan memang saya lulus sebagai seorang guru namun tidak percaya diri. Setelah beberapa minggu berlalu akhirnya saya dipanggil dan dinyatakan lulus TTC. Perasaan saya waktu itu tidak menentu, saya tidak percaya kalau saya akan diterima, dan saya mengambil keputusan dengan penuh keraguan dan tidak percaya diri.
Akhirnya saya masuk dan menjalani setiap proses itu bersama dengan teman-teman lain yang juga diterima di TTC ini. Tantangan yang banyak untuk diri saya sendiri karena saya harus bisa menyesuaikan diri dengan banyak orang yang tidak saya kenal, satu hal lagi saya belajar bagaimana mengenal Yesus lebih dalam lagi karena memang saya memiliki hubungan dengan Tuhan yang sangat renggang.
Selama proses training saya mendapat satu pembelajaran yang membuat saya sadar tentang spiritual leadership, bagaimana saya menjadi seorang pemimpin yang bisa berdampak untuk banyak orang yang berkarakter Kristus.
Pandangan saya sejauh ini tentang guru yaitu menjadi seorang guru tidaklah mudah, tapi menjadi seorang guru itu adalah suatu hal sangat menentang. Mengapa? Karena saya harus bisa melawan ego, emosi dan keluar dari zona nyaman saya. Satu ayat yang menjadi kekuatan saya yaitu dalam Ulangan 31:6, “Kuatkan dan teguhkanlah hatimu, janganlah takut dan jangan gemetar karena mereka, sebab TUHAN, Allahmu, Dialah yang berjalan menyertai engkau; Ia tidak akan membiarkan engkau dan tidak akan meninggalkan engkau.”
Chriskendry Hoviony Masinambow, S.E.
Satu kata yang menggambarkan “Mengapa mau menjadi seorang guru?”
Mengarahkan
Saya telah melihat teladan dalam tindakan dan merasakan kasih yang tulus dari beberapa guru saya sebelumnya. Sekarang saya memahami kalau panggilan sebagai seorang guru itu tidak bisa main-main. Saat saya memutuskan untuk menjadi guru, maka saya harus bertanggung jawab. Seperti dalam Yakobus 3:1 yang berbunyi “Saudara-saudara, janganlah banyak orang di antara kamu mau menjadi guru; sebab kita tahu, bahwa sebagai guru kita akan dihakimi menurut ukuran yang lebih berat”. Ayat ini menyatakan bahwa guru adalah seorang yang mempunyai tanggung jawab besar terhadap masa depan, dan mempunyai peran yang penting dalam membawa terang. Guru itu harus seperti Tuhan Yesus Kristus.
Recent Posts
Recent Comments