| Connect with us: | |
![]() |
Transformasi Bagimu Negeri |
![]() |
Transformasi Bagimu Negeri |
![]() |
transformasibagimunegeri.org |
| Grand Slipi Tower Lt. 33 Unit E, Jalan Letjen. S. Parman Kav. 22 – 24 Jakarta Barat 11480 | |
| (+62) 812-9523-4623. | |
Copyright © 2026 · All Rights Reserved · Transformasi Bagimu Negeri
Kesaksian Guru TTC Angkatan 2
Agustina Tanduk Langi, S.Pd.
Pendidikan Matematika UKI Toraja
Penempatan TTC: Kam. Wadapi, Kec. Angkaisera, Kab. Kepulauan Yapen, Papua
Lokasi kerja saat ini: Sekolah Kristen Kasih Bangsa, Serui, Kab. Kepulauan Yapen, Papua
Bersyukur melalui program TTC saya dibentuk menjadi pribadi yang tangguh, kuat, dan percaya diri. Saya bisa menjadi seperti saat ini karena pondasi yang benar dan kuat telah dibangun dalam diri saya melalui program TTC dan saya percaya sepanjang jalan hidup saya Tuhan pasti pimpin.
Irmawati Amtiran, S.Pd.
Bimbingan Konseling Universitas Nusa Cendana Kupang
Penempatan TTC: SDM Wanga, Sumba Timur, NTT
Lokasi kerja saat ini: PPA IO 0527 Yeduton
Banyak pelajaran hidup yang saya dapatkan selama menjadi guru TTC. Lebih mengenal Yesus dan bisa bertemu dengan orang-orang hebat yang luar biasa dipakai Tuhan. Ada masa sukar dalam pelayanan, namun saya bisa merasakan bagaimana campur tangan Tuhan dalam menolong saya untuk dapat membimbing guru dan murid-murid di sekolah. Merupakan sebuah sukacita bagi saya ketika melihat para murid bisa CALISTUNG, dapat mengikuti berbagai kegiatan dan perlombaan, baik di bidang pendidikan maupun kerohanian. Ucapan syukur terbesar saya adalah ketika ada guru dan murid yang semakin bertumbuh dalam pengenalan akan Kristus, khususnya para murid yang belum Kristen atau yang masih menyembah arwah nenek moyang (Merapu).
Semua yang dilakukan tidaklah mudah, banyak tantangan dihadapi, butuh kesabaran dan ketekunan. Kadang rasanya ingin menyerah, tapi Tuhan mampukan selama 2 tahun jauh dari keluarga. Mengikuti program TTC telah mengubah hidup saya menjadi lebih baik, serta banyak hal yang saya terus terapkan dalam hidup pribadi maupun di tempat pelayanan saya sekarang.
Jonianto Tandi Bela, S.Pd.
Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Kristen Indonesia (UKI) Toraja
Penempatan TTC: SD YPK 10 Imanuel Kebar, Papua Barat (Papua Barat Daya saat ini) Tambrauw
Lokasi kerja saat ini: SMP N 22 Wekari, Kab. Tambrauw, Papua Barat Daya
Sangat bersyukur bisa bergabung di TTC Angkatan II, tahun 2018. Setelah dibina dan diberikan bimbingan dari team EE dan beberapa mentor di Malang selama kurang lebih 3 bulan, akhirnya saya benar-benar bisa dekat dengan Tuhan dan iman saya semakin dikuatkan. Dulu sebelum saya bergabung di TTC, dalam hati sering muncul keraguan tentang iman yang saya percayai, bahkan walaupun saya rajin ke gereja, melayani dalam persekutuan pemuda gereja Toraja, berdoa seperti orang Kristen pada umumnya, dan ikut semua kegiatan gerejawi, tetapi sebenarnya saya meragukan kebenaran tentang iman Kristen. Oleh karena itu, saya sangat bersyukur mengikuti program TTC sehingga saya bisa yakin akan apa dan siapa yang saya percayai. Setelah pelatihan di Malang, akhirnya saya ditempatkan di Papua Barat tepatnya di Kabupaten Tambrauw, yaitu SD YPK 10 Imanuel Kebar selama 2 tahun. Saya dan teman-teman masih terus dibina lewat bimbingan konseling oleh seorang pendeta dari gereja setempat. Dalam menjalankan pelayanan selama 2 tahun tentu banyak sekali tantangan yang dihadapi. Firman Tuhan dalam Roma 12:11 “Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan” selalu membuat saya kuat hadapi tantangan di pedalaman, yang mana saat itu belum ada lampu, jaringan telepon yang susah, serta rekan-rekan guru yang sulit diajak kolaborasi. Seiring berjalannya waktu, Tuhan membuat kami dapat menghadapi semua itu termasuk bisa menginjili rekan guru dan mengajak mereka untuk aktif mengajar di sekolah setiap hari. Perubahan kecil yang saya bawa bersama rekan saya, Gabriel Allobunga, kini masih dirasakan warga Kebar. SD YPK 10 Imanuel Kebar yang dulu pernah hampir tidak ada aktivitas belajar mengajar kini menjadi aktif kembali. Syukur bagi Tuhan atas segala perubahan yang terjadi.
Patricia B. D. Masau., S.Pd.
Pendidikan Matematika Universitas Kristen Indonesia (UKI) Toraja
Penempatan TTC: SD GMIT Kakuun, Kabupaten Malaka, NTT
Lokasi kerja saat ini: SMPN Satap Baunakan, Kab. Malaka, NTT
“Aku sekali-kali tidak membiarkan dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan Engkau” (Ibrani13:5b)
Hallo, perkenalkan saya Patricia B. D. Masau. Sapaan sehari-hari di sekolah Teacher Patrice. Saya adalah salah satu dari 15 guru alumni Teacher Transformation Center (TTC) angkatan II tahun 2018 yang Tuhan ijinkan melayani dan mengabdi selama 2 tahun di SD GMIT Kakuun, Kab. Malaka, NTT.
Bergabung dan menjadi bagian dari TTC, bagi saya adalah anugerah. Kesempatan tersebut sangat berharga dan menjadi kebanggaan tersendiri. Saya menyadari betul, bahwa banyak hal yang telah mengubah kehidupan pribadi, terlebih cara pandang saya. Perubahan yang saya alami, tidak hanya tentang dunia pendidikan dan bagaimana menjadi guru yang hebat, tetapi juga tentang hubungan pribadi dengan Tuhan sang Guru Agung.
Selama 4 bulan, saya dan teman-teman ditempa secara serius dan matang melalui sebuah pelatihan khusus di Kota Malang. Saya bersyukur karena dipersiapkan oleh Tuhan melalui hamba-hamba yang diutus-Nya. Melalui mereka, saya dibantu untuk keluar dari hidup lama ke dalam kehidupan yang baru di dalam Tuhan. Selain itu, saya diajarkan untuk berefleksi, mentransformasi diri menjadi lebih matang sebelum ke medan layan. Saya dilatih untuk menjadi guru transformasi yang mengabdi dengan hati. Saya dibekali dengan beragam ilmu dan keahlian serta cara pandang yang baru tentang menjadi “Seorang Guru”. Saya dipersiapkan untuk menjalankan Visi dan Misi dari Program TTC yaitu menghadirkan transformasi di tempat kami diutus terlebih lagi bagaimana kami menghadirkan Tuhan di hati setiap murid yang Tuhan percayakan kepada kami.
Menjadi guru Transformasi tidak hanya terbatas pada mengajarkan dan membagi ilmu pengetahuan. Tidak hanya mendidik dan melakukan program kerja yang baik sebagaimana biasanya, tetapi secara khusus kami harus mampu membaharui cara pandang (worldview), sikap (attitude), dan kerohanian (spiritual). Hal inilah yang terus ditanamkan kepada kami selama masa pelatihan, agar kami mampu menyadari bahwa pelayanan kami sebagai guru adalah sebuah panggilan hidup. Dengan demikian, kami menjalani panggilan pelayanan sebagai guru dengan hati, penuh suka cita, dan memiliki kemampuan dalam menolong murid-murid menemukan potensi diri berdasarkan Firman Tuhan, hikmat, dan tuntunan Roh Kudus.
Setelah ditempa, dipersiapkan dan diutus, saya berangkat ke medan layan dengan keteguhan hati bahwa Tuhan yang memilih dan menempatkan. Karena itu, Tuhan yang sama juga yang akan menolong dan menuntun. Ketika memulai pelayanan sebagai guru di sekolah, saya diutus bersama salah satu teman yaitu Aris. Banyak sekali persoalan dan pergumulan yang kami hadapi. Memang persoalan dan pergumulan tersebut pada akhirnya tidak membuat kami meninggalkan tempat pelayanan, tetapi cukup membuat kami khawatir. Selain persoalan yang sifatnya eksternal, ada juga persoalan internal yang saya alami dalam diri sendiri. Perasaan ingin menyerah dan merasa tidak sanggup bahkan sampai pada titik menghakimi diri sendiri sering muncul. Namun saya bersyukur karena Tuhan tidak meninggalkan saya. Dengan cara-Nya yang unik, Ia selalu menghadirkan pertolongan. Firman Tuhan dalam Ibrani 13:5b menjadi penghiburan bagi saya. Kesempatan berharga selama 2 tahun di SD GMIT Kakuun telah mengajarkan saya banyak hal. Saya dapat mengenal konteks masyarakat, gereja, secara khusus kondisi murid dan sekolah di tempat ini. Saya percaya bahwa segala hal yang saya lalui adalah proses yang Tuhan ijinkan untuk saya alami sekaligus membentuk pribadi saya menjadi lebih baik. Tantangan dan persoalan yang saya hadapi membuat saya bergantung sepenuhnya kepada Tuhan karena tanpa Tuhan saya tidak akan bisa melakukan apa-apa. Pada akhirnya kami bisa menyelesaikannya dengan baik (Finishing Well).
Secara pribadi, saya berefleksi bahwa seandainya saya tidak pernah bergabung dalam Program TTC yang telah memberi banyak ilmu dan pengalaman bagi saya, tentu banyak kesempatan berharga yang terlewatkan. Untuk itu saya begitu bersyukur dan berterima kasih kepada Tuhan dan semua pihak yang telah memberi saya kesempatan menjadi bagian dari Teacher Transformation Center. Program ini memberi dampak positif bagi hidup saya dan program-programnya sangat menolong saya menjalankan tugas dan pelayanan saya sebagai guru yang memiliki spirit transformatif. Dua tahun tentu waktu yang begitu singkat untuk melakukan perubahan besar, namun Program TTC yang kami adopsi di SD GMIT Kakuun telah menolong sekolah mengalami perubahan ke arah yang lebih baik dan menjadi contoh bagi sekolah lain.
Pada Juni 2020 pelayanan saya sebagai guru TTC berakhir. Namun karena beberapa hal yang saya rasa perlu untuk ditindak lanjuti di Kaku’un, maka selanjutnya saya melanjutkan kontrak dengan Sinode GMIT sampai Juni 2022 sebagai guru di SMP Kristen Sion Kakuun. Tugas sebagai guru di SMP Kristen Sion Kaku’un akhirnya harus berakhir setelah 2 tahun berlalu. Sebagai sebuah tanggung jawab yang mulia, kemudian saya berpindah tugas ke SMPN Satap Baunakan sejak Juli 2022 hingga saat ini.
Sebagai guru yang pernah menjadi bagian dari TTC, saya bangga dengan proses yang pernah saya alami. Meski kontrak kerja telah berakhir sejak tahun 2020 namun interaksi dan komunikasi masih terus terjalin. Sampai saat ini, saya masih diberi kesempetan (terutama oleh Pak David dan Ibu Yulia) untuk berdiskusi soal pendidikan, pekerjaan, sampai urusan pribadi. Bersama dengan semua alumni TTC dari Angkatan I hingga angkatan VI, kami terus saling mendoakan dan berbagi banyak hal terkait pelayanan menjadi guru. Bagi saya itu adalah keistimewaan. Relasi yang terbagun antara saya dan semua alumni sudah seperti keluarga.
Sriyanti Manda' Padang, S.Pd.
Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Kristen Indonesia (UKI) Toraja
Penempatan TTC: Sumba Timur NTT
Lokasi kerja saat ini: SDN 7 Sanggalang
Saya merasa bangga dan bersyukur untuk kesempatan yang Tuhan Yesus berikan kepada saya, yaitu boleh mengikuti program TTC di tahun 2018. Saya mengimani bahwa ini bukan suatu kebetulan, tapi bagian dari rencana Tuhan yang indah untuk saya. Program ini sangat bagus terutama dalam mendidik diri saya sendiri untuk terlebih dahulu mengenal, mencintai, dan mengerti panggilan Tuhan. 2 tahun pelayanan sangat berkesan buat saya, mendidik anak-anak bukan hanya mengajarkan materi pelajaran tapi bagaimana saya terlatih untuk mengintegrasikan materi ajar dengan kebenaran nilai-nilai kristiani. Saya dibentuk dan mengalami pertumbuhan Rohani sampai dengan saat ini. Terima kasih Program TTC.
Recent Posts
Recent Comments