Kesaksian Guru TTC Angkatan 5

Merliace Y. Siki, S.Pd.

Terima kasih untuk Tuhan Yesus yang mempercayakan pelayanan ini kepada saya. Saya bersyukur dan bangga menjadi bagian dari TTC TBN-MPK yang sudah menolong saya dalam pertumbuhan iman selama menjadi guru. Sampai titik ini semua hanya oleh karena anugerah-Nya. Begitu banyak masalah dan tantangan dalam pelayanan, tetapi saya percaya jika Tuhan yang mengutus maka Tuhan juga yang akan mengurus.

Marta Nofita, S.Pd.

Syukur kepada Tuhan Yesus Kristus, oleh karena kemurahan-Nya, saya boleh terlibat dalam pelayanan di bidang pendidikan. Tidak terasa sudah setahun saya berada di tempat ini. Sungguh semua karena anugerah Tuhan, saya masih tetap kuat dan bersuka cita. Saya rindu menyaksikan terjadinya transformasi di dalam diri guru, murid, dan para stakeholder sehingga komunitas SD GMIT Wuihebo mengalami kemerdekaan di dalam Kristus dan hidup dalam kelimpahan kasih karunia-Nya.

Ivin Anggaraini Bayang, S.Pd.

Hidup dalam pengenalan akan Dia hari lepas hari, membuat saya semakin mengenal diri saya dan mengerti panggilan hidup saya. Hari-hari yang saya jalani dipenuhi cinta kasih yang sangat mempesona dan yang tak terbatas dari-Nya. Terimakasih untuk satu tahun pelayanan di tempat ini. Banyak program yang telah terlaksana dan sudah terlihat adanya perubahan. Pelayanan ini telah mengajari saya untuk semakin mengerti dan menikmati cinta Tuhan dan kebenaran-Nya.

Santia Trydiana Benu, S.Pd.

Ini merupakan pengalaman pertama saya menginjakkan kaki di tanah Papua. Selama 12 bulan di sini, saya belajar berbagai hal baru. Walaupun banyak sekali hambatan dan tekanan yang saya rasakan dari murid, orang tua murid, juga guru-guru di tempat ini, namun Tuhan Yesus selalu baik. Ia senantiasa memberikan kekuatan dan kemampuan kepada saya. Papua Barat benar-benar menjadi rumah untuk saya belajar. Terima kasih kepada setiap peribadi yang telah mendukung saya sampai sejauh in

Reflensy Evil Desy Limbong, S.Pd.

Tidak mudah menjadi seorang guru dan tidak semua orang bisa jadi guru, bahkan dalam pribadi saya pun, saya sempat berpikir bahwa saya tidak bisa menjadi seorang guru. Tetapi Tuhan ingatkan melalu Yeremia 1 bagaimana Yeremia dipanggil dan diutus Tuhan, bahkan dalam keterbatasannya, Tuhan yang bekerja. Rasanya begitu berat memikul tanggung jawab besar yang Tuhan percayakan. Namun saya hanya perlu taat, terus belajar, dan bekerja keras.

Christin Ekaristi Modingge, S.Pd.

Hari-hari yang saya jalani di Sumba, membuat saya banyak belajar, khususnya belajar melakukan segala sesuatu semata-mata hanya untuk Tuhan dan bukan untuk manusia. Saya juga berusaha memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya, menginvestasikan hidup untuk hal-hal yang kekal. Saya dibentuk untuk terus mengasihi meskipun disakiti. Satu tahun sudah berlalu. Di sisa pelayanan selanjutnya, saya serahkan kepada Tuhan Yesus untuk memimpin dan menyertai segalanya. Christin Ekaristi Modingge, S.Pd. (SDM Waikabubak II)