Transformasi Hati: Perjalanan Iman Bersama Yayasan TBN

Oleh: Nevlita Sianturi

Perjalanan iman saya dimulai lima tahun lalu, ketika saya bergabung dengan Yayasan Transformasi Bagimu Negeri melalui program Teacher Transformation Center. Program ini bukan hanya tentang perubahan cara mengajar atau membimbing para guru, melainkan juga membawa saya ke dalam transformasi pribadi yang mendalam.

Pada awalnya, saya merasa terpanggil untuk bergabung karena melihat banyaknya tantangan dalam dunia pendidikan, terutama di daerah-daerah yang kurang berkembang. Saya tahu bahwa kualitas pendidikan sangat bergantung pada kualitas guru, dan disinilah ketergerakan panggilan itu. Namun, melalui pembekalan yang sangat intensif selama 3 bulan untuk dua tahun pertama dan 2 bulan untuk 2 tahun selanjutnya, saya menyadari bahwa Tuhan bukan hanya memanggil saya untuk membimbing guru-guru secara akademis, tetapi juga untuk mendampingi mereka secara spiritual dan emosional. Saya bersyukur Tuhan beri kesempatan menjalani sekolah kehidupan ini dalam dua angkatan.

Selama di dalam medan pelayanan, saya telah melihat dengan mata kepala sendiri bagaimana perubahan dapat terjadi, tidak hanya pada sistem pendidikan di sekolah, tetapi juga dalam kehidupan pribadi para guru dan diri saya sendiri. Meskipun tak terlihat begitu signifikan.

Salah satu momen yang sangat berkesan bagi saya adalah ketika saya mulai mendisiplinkan diri dalam hal rohani. Yayasan meminta saya untuk tidak hanya melayani dengan hati, tetapi juga menulis jurnal setiap hari, yang mengajarkan saya tentang pentingnya kedisiplinan, baik secara rohani maupun jasmani.

Menghadapi tekanan dan tanggung jawab besar dari yayasan serta harus bekerja dengan guru-guru yang usianya jauh lebih tua dari saya adalah tantangan yang berat. Namun, melalui setiap tantangan, saya melihat Tuhan bekerja. Dia mengajarkan saya untuk lebih sabar, rendah hati, dan mengandalkan-Nya sepenuhnya. Mengubah kebiasaan dan etos kerja yang sudah membudaya bukanlah perkara mudah, tetapi saya percaya bahwa melalui kerja sama yang kuat antara sekolah, yayasan, dinas pendidikan, gereja, dan orang tua, segala sesuatu menjadi mungkin.

Program ini juga membuka mata saya untuk lebih menghargai kehidupan di daerah yang terpencil, seperti di Sumba Barat dan Papua. Melalui kunjungan-kunjungan ke rumah para guru dan murid, saya merasakan kehadiran Tuhan dalam setiap interaksi sederhana. Saya belajar bahwa pendidikan bukan hanya terjadi di dalam kelas, tetapi juga melalui kehidupan sehari-hari. Pengalaman belajar di rumah dan di alam terbuka memperkuat iman saya dan mengingatkan saya bahwa pendidikan sejati adalah tentang membentuk karakter, bukan sekadar transfer ilmu.

Pengalaman ini tidak hanya berdampak pada kehidupan saya saat ini, tetapi juga membentuk visi saya untuk masa depan. Saya menyadari bahwa peran saya sebagai pendidik dan pembimbing tidak pernah berhenti. Tuhan telah membuka mata saya untuk melihat bahwa pekerjaan ini adalah bagian dari misi yang lebih besar, membawa transformasi yang holistik, baik di dunia pendidikan maupun dalam kehidupan pribadi orang-orang yang saya layani. Saya semakin yakin bahwa pendidikan yang sejati adalah sarana untuk memperluas kerajaan Allah, di mana generasi muda dipersiapkan tidak hanya untuk sukses secara akademis, tetapi juga memiliki kehidupan yang takut akan Tuhan.

Saat ini, perjalanan spiritual ini terus membimbing saya dalam setiap langkah. Saya lebih peka terhadap kebutuhan orang lain, lebih sabar menghadapi tantangan, dan lebih siap mengandalkan kekuatan Tuhan dalam menjalankan tugas sehari-hari. Tuhan telah membentuk karakter saya untuk menjadi pemimpin yang melayani, dan saya melihat setiap tantangan sebagai kesempatan untuk bertumbuh dalam iman.

Melihat ke masa depan, saya percaya bahwa Tuhan telah memberikan panggilan khusus dalam hidup saya. Sekolah kehidupan bersama Yayasan TBN telah mempersiapkan saya untuk lebih bertanggung jawab dalam membimbing generasi pendidik selanjutnya. Saya ingin terus terlibat dalam pekerjaan yang memuliakan Tuhan, membantu orang lain menemukan panggilan hidup mereka, dan melanjutkan misi besar ini dengan keyakinan bahwa Tuhan selalu menyertai.

Saya bersyukur atas setiap momen dalam perjalanan ini, suka maupun duka karena semuanya telah membentuk saya menjadi pribadi yang lebih dekat dengan Tuhan. Saya percaya bahwa perjalanan ini masih panjang, dan saya akan terus melangkah, dengan keyakinan bahwa Tuhan yang telah memulai pekerjaan baik ini akan setia menyelesaikannya. Tuhan Yesus memberkati kita semua, terutama teman-teman yang membaca kesaksian ini. Salam kasih.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *