PANGGILAN MELAYANI Oleh: Jovita Tosi

Panggilan merupakan sebuah ajakan atau undangan, sedangkan orang yang terpanggil adalah orang yang menerima undangan atau ajakan tersebut. Melayani yaitu memberi diri untuk menolong orang lain yang membutuhkan. Melayani Tuhan ialah mencakup semua tindakan baik pikiran, perkataan maupun perbuatan yang menyenangkan hati Allah. Ini berarti jika kita hidup dengan cara menyenangkan hati Allah, maka kita bisa disebut sebagai pelayan-Nya. Sebab seorang pelayan perlu bekerja dengan taat demi menyenangkan hati tuannya. Seperti apa itu pekerjaan seorang pelayan Tuhan? Apakah ia adalah seseorang yang aktif melakukan kegiatan-kegiatan rohani? Firman Tuhan Yohanes 12:26a berkata “barangsiapa melayani Aku, ia harus mengikut Aku dan di mana Aku berada, di situ pun pelayan-Ku akan berada”. Firman Tuhan memberi jawaban bahwa seseorang dikatakan pelayan Kristus ketika ia sudah menyatakan diri “Mau mengikut Kristus” kemana pun Ia pergi. Ini berarti bukan karena kita sudah aktif dalam kegiatan rohani saja maka kita disebut pelayan Tuhan, namun ketika kita sudah membuka hati mau menerima ajakan Juruselamat yaitu hidup baru serta mau dipakai Tuhan, maka kita boleh dikatakan sebagai murid atau pelayan-Nya.
“Saya mau ikut Yesus sampai selama-lamanya”. Ini adalah salah satu kalimat dari Kidung Jemaat nomor 375 yang dulu dengan mudahnya saya ucapkan begitu saja tanpa merasa terbebani, tapi sekarang saya merasa ini adalah sebuah kalimat yang perlu banyak pergumulan sebelum diucapkan. Sebab tidak semudah diucapkan, melayani Kristus maka saya perlu melepaskan segala kesenangan yang mengikat di dunia ini dan rela memikul salib (Matius 16:24). Mengikut Kristus bukan berarti bisa bebas dari segala derita, tapi mengikut Kristus saya dapat diproses untuk semakin bertumbuh dan berbuah di dalam-Nya. Saya bersyukur sebab dipanggil Tuhan untuk menjadi seorang guru misi TTC-MPK-TBN di tanah Papua, saya bisa turut dalam pekerjaan Tuhan yang mulia ini bukan karena saya hebat tapi karena kasih karunia Tuhan yang melayakan saya. Sebagian orang berpikir bahwa melayani itu adalah sebuah kesempatan, jadi jika ada waktu dulu baru mau melayani. Namun sebenarnya melayani adalah sebuah keharusan, sebab bukan kita yang memilih tapi Tuhanlah yang memilih kita (Yoh 15:15).

Hampir 2 tahun melayani sebagai seorang guru misi di Papua, saya menyadari bahwa ini merupakan karya Tuhan yang begitu luar biasa di dalam kehidupan saya. Saya dipanggil Tuhan bukan saja untuk dipulihkan, tapi juga untuk memulihkan orang lain. Saya percaya ketika saya diutus, Allah telah memperlengkapi saya dengan karunia rohani, sehingga saya boleh diberikan otoritas untuk bisa menyampaikan kabar keselamatan kepada setiap orang yang belum percaya. Bagi saya dipanggil Tuhan dan menerima merupakan sebuah keuntungan yang besar, akan ada penyesalan jika kita menolak panggilan Tuhan. Tujuan Allah memanggil kita yaitu untuk menjadi rekan kerja-Nya, Allah bekerja dalam diri kita dan kita perlu bekerja sama untuk proses yang Tuhan lakukan dalam pribadi kita. Ketika kita mengaku menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat kita, maka tentu Allah akan senantiasa memelihara kehidupan kita untuk terus menjalani proses pengudusan diri. Jika kita telah menerima panggilan hidup baru, maka tentu kita pun akan bertumbuh dan menghasilkan buah yang baik sehingga orang lain pun bisa melihat dan percaya kepada Kristus. Jika banyak orang percaya kepada Kristus, tentu hal itu menyenangkan hati Allah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *